Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Catatan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 28 Maret 2014

Kasus TKI di Arab Saudi, Siapa Yang Bersalah???

Kebodohan masyarakat Indonesia, seakan tidak ada habisnya. Sudah banyak berita tentang penyiksaan TKI dan gaji TKI tidak dibayar oleh majikannya di Arab Saudi, tetapi masih ada saja masyarakat Indonesia yang nekat bekerja di Arab Saudi, tanpa mempelajari terlebih dahulu  budaya masyarakat Arab Saudi itu. Dalam budaya Arab Saudi, TKI itu sama dengan budak, sehingga mereka merasa berhak untuk menyetubuhi/memperkosa, memukul, menyiksa dan tidak membayar gaji TKI. Hanya TKI yang paham budaya Arab Saudi yang bisa mendapatkan gaji dari majikannya.  Karena  tidak memahami budaya Arab Saudi, maka banyak TKI membunuh majikannya, karena mereka tidak tahan terus disetubuhi/diperkosa, dipukul, disiksa dan gajinya tidak dibayar.  Mereka tidak sadar bahwa dalam aturan yang berlaku  di Arab Saudi adalah hukum syariah, di mana setiap kasus perkosaan jika tidak ada saksi, maka mereka  dianggap berjinah dan dihukum (penjara, dirajam dan dipancung).  Dan mereka juga tidak paham bahwa membunuh majikan akan dikenakan hukum Qisas, nyawa ganti nyawa dan untuk itu mereka akan terkena hukuman pancung. Mereka hanya dapat dibebaskan apabila ada pemberian maaf dari ahli waris dengan membayar Diyat (uang tebusan) yang umumnya seharga 100 - 150 onta atau setara dengan  Rp. 1,5 miliar hingga Rp. 2,5 miliar. Namun dalam prakteknya, banyak ahli waris meminta uang tebusan atau diyat yang berlebihan, misalnya dalam kasus Satinah Rp. 25 miliar dan dalam kasus Zainab Rp. 90 miliar. Apakah sebegitu besar harga nyawa orang Arab Saudi??? Apakah ini bukan termasuk pemerasan?? Dalam kasus ini, banyak pihak ikut dalam kebodohan ini dengan mengumpulkan uang sumbangan dari masyarakat untuk membayar kekurangan uang tebusan atau diyat karena anggaran yang dimiliki pemerintah cukup terbatas, guna menyelamatkan Satinah dari hukuman pancung. Komisi I DPR malah meminta pemerintah mengambil anggaran APBN untuk memenuhi kekurangan diyat bagi Satinah. Apakah setiap  TKI yang mendapat hukum pancung di Arab Saudi, masyarakat yang harus berkorban  untuk membayar uang tebusan atau diyat mereka????  Apakah setiap TKI yang mendapatkan hukuman pancung di Arab Saudi, harus mengambil anggaran APBN untuk membayar uang tebusan atau diyat mereka?? Apakah, para TKI ini apabila hidup enak bekerja di Arab Saudi, masyarakat juga kebagian penghasilan mereka??? Membayar uang tebusan atau diyat para TKI yang mendapat hukuman pancung dengan sendirinya masyarakat dan pemerintah telah membebaskan seorang  pembunuh. Padahal di Indonesia sendiri, seorang pembunuh tetap dihukum, meskipun pembunuhan yang dilakukannya merupakan pembelaan diri. Mengapa masyarakat dan pemerintah harus repot membayar uang tebusan atau diyat kepada seorang pembunuh??? Bukankah hal itu sudah menjadi resiko mereka karena tidak memahami budaya Arab Saudi??? Bukankah sebaiknya uang tebusan atau diyat yang akan dibayarkan tersebut digunakan untuk mensejahterakan masyarakat miskin yang makan saja masih susah??? Biarkan saja TKI pembunuh  ini dihukum pancung, toh mereka juga telah menghilangkan nyawa orang lain. TKI yang perlu dibela adalah TKI yang difitnah membunuh, tapi mereka tidak melakukan pembunuhan itu. Pembunuh tetap harus dihukum, meskipun harus dipancung. Salah mereka sendiri, ngapain harus bekerja di Arab Saudi dan melakukan pembunuhan pula.      

Rabu, 19 Februari 2014

Harga Murah + Black Market + Cuci Gudang = Penipuan

Banyak sekali masyarakat yang menjadi korban penipuan karena tertarik dengan iming-iming barang murah, barang Black Market, barang cuci gudang. Taktik dengan harga murah dengan alasan barang yang dijual adalah barang Black Market atau sedang cuci gudang selalu digunakan komplotan penipu untuk menipu masyarakat, dan taktik tersebut  terbukti ampuh, di mana jumlah masyarakat yang menjadi korban penipuan mencapai puluhan ribu. Umumnya masyarakat yang menjadi korban penipuan adalah pemalas, pelit, kurang teliti, bodoh dan tolol. Pemalas dalam arti malas membaca info-info tentang penipuan seperti modus-modus penipuan, website tipu-tipu/toko online penipu/fiktif,  data-data penipu (nama, alamat, nomor rekening). Biasanya setelah kena tipu, baru rajin membaca tentang info-info penipuan. Pelit dalam arti merasa rugi membelanjakan uangnya dengan harga normal,  padahal mereka sebenarnya mampu membeli barang dengan harga normal di toko resmi.  Karena pelit, merasa merasa beruntung mendapatkan harga barang yang murah, ujung-ujungnya kena tipu. Kurang teliti dalam arti mereka sebenarnya tidak terlalu tertarik dengan harga murah, tapi karena kesibukan yang tidak memungkinkan membeli langsung ke toko fisik. Bodoh dan tolol dalam arti sudah diperingatkan bahwa harga murah + Black Market + Cuci Gudang = Penipuan, masih tetap saja membeli barang yang ditawarkan oleh toko online fiktif yang dibuat komplotan penipu. Orang bodoh dan tolol ini, selalu transfer uang dulu ke penipu, baru nanya. Toko ini nipu gak? Sedangkan orang cermat dan teliti, pasti tanya dulu, jika toko online sudah dipastikan benar-benar resmi bukan toko online tipu-tipu , mereka akan transfer.  

Kamis, 19 Desember 2013

Siapa Bilang Belanja Online Itu Mudah?

Banyak anggapan masyarakat bahwa belanja online itu mudah. Alasan mereka tinggal buka situs, pilih barang yang ingin dipesan, transfer dana sesuai harga barang dan tunggu kiriman barang. Dulu mungkin begitu kondisinya, sekarang apakah belanja online itu mudah? Tentu tidak, karena sekarang banyak toko online abal-abal/fiktif yang beredar di dunia maya yang jumlah ribuan, baik toko online dengan menggunakan website berbayar (com, net) dan website gratisan (blogspot.com, wordpress.com, jimdo.com, tk.com, weebly.com, webs.com dan lain sebagainya). Karena kebanyakan  masyarakat masih beranggapan bahwa belanja online itu mudah ditambah dengan iming-iming harga miring, maka banyak di antara mereka yang menjadi korban penipuan toko online abal-abal/fiktif dengan kedok jualan barang elektronik, furniture(mebel),baju, sepatu, mainan anak, tas, softgun dan lain sebagainya.  Umumnya mereka tertipu mulai ratusan ribu rupiah hingga ratusan juta rupiah.   Dengan banyaknya masyarakat yang menjadi korban penipuan toko online abal-abal/fiktif sudah tentu anggapan berbelanja online itu mudah sudah tidak berlaku lagi. Sekarang ini, untuk berbelanja online pun sangat ribet, di mana kita harus mengecek dulu data  toko online di google melalui nama pemilik toko online, nomor rekening, alamat toko, nomor telepon/HP, BBM dan alamat websitenya, apakah sudah teridentifikasi sebagai penipu. Bagi toko online yang sudah teridentifikasi sebagai penipu tentu kita akan menghindari toko online tersebut. Lalu bagaimana dengan toko online abal-abal/fiktif yang masih baru dibuat penipu dan belum ada data-data penipuannya di google.  Toko online abal-abal/fiktif yang sudah teridentifikasi sebagai penipu dan diposting  di website/blog masih saja dapat menipu masyarakat apalagi toko online abal-abal/fiktif yang masih baru.  Tentunya akan menimbulkan banyak korban penipuan lagi.  Dengan demikian, belanja online sekarang ini juga ribet. Jika sama-sama ribet, kenapa anda tidak belanja saja langsung ke toko yang terdekat dengan rumah anda? Berbelanja langsung ke toko jauh lebih aman, karena anda tahu lokasi dan wajah pemilik toko, anda juga bisa pilih-pilih barang dan juga bisa komplain jika barang rusak atau cacat. Perlu dicatat bahwa berbelanja online dewasa ini memiliki resiko tinggi. Hal ini tidak berlaku bagi masyarakat yang dapat mengenali dengan mudah mana toko online abal-abal/fiktif dan mana toko online resmi.
NB : Kalau ilmu anda sangat dangkal dalam mengenali toko online resmi dan toko online abal-abal, jangan mencoba berbelanja online. Bisa-bisa anda kena tipu.
Kata Kunci :
Berbelanja online itu tidak mudah
Toko online banyak yang abal-abal
Toko online banyak yang fiktif
Toko online penipu
Hindari berbelanja online
Berbelanja online itu ribet

Sabtu, 27 April 2013

Daftar Pin Pemenang Yang Digunakan Penipu Berkedok Hadiah Mobil, Motor, dan Uang

Adapun daftar pin pemenang yang digunakan penipu berkedok hadiah mobil, motor dan uang dapat anda lihat dalam gambar di bawah ini :

Nomor pin-pin  tersebut di atas, oleh penipu dikirim ke ribuan nomor HP masyarakat dengan bantuan jasa pengirim sms massal: www.smscaster.com dan mengatakan pemilik nomor HP berhasil memenangkan TELKOMSEL POIN. Ada yang dinyatakan mendapatkan hadiah mobil, hadiah motor dan hadiah uang. . Jadi beberapa orang masyarakat mendapatkan nomor pin pemenang yang sama. Untuk lebih meyakinkan masyarakat penipu tengik berkedok hadiah mobil, motor dan uang menyuruh korban untuk mengakses website tipu-tipu yang telah dipersiapkan penipu terlebih dahulu. Website tipu-tipu yang dibuat penipu ada yang berbayar (com,net) dan gratisan (jimdo.com, juplo.com, weebly.com, wordpress.com, blogspot.com, webs.com, co.nf, vv.si dan lain sebagainya).  Ada ratusan lebih website tipu-tipu yang dibuat penipu tengik tersebut.  Jika ada masyarakat yang tertarik dengan iming-iming hadiah mobil dan motor yang ditawarkan penipu, maka penipu akan menyuruh korban untuk mentransfer uang ke rekening penipu sebagai biaya pengurusan STNK dan BPKB. Jika korban mentransfer uang pada rekening penipu, maka sukseslah korban tertipu, karena penipu akan segera mematikan nomor HP agar tidak dapat dihubungi korban. Hadiah mobil dan motor yang dijanjikan tidak diterima korban karena hadiah tersebut memang tidak ada.  Ketahuilah  TELKOMSEL sendiri tidak pernah memungut sepeser pun biaya jika ada pelanggan yang mendapatkan hadiah dari program undian yang dibuatnya. Jika anda korban yang tertarik dengan iming-iming hadiah uang, maka penipu akan menyuruh korban untuk pergi ke ATM untuk mengecek hadiahnya. Di dalam ATM, korban terlebih dahulu disuruh pencet tombol cek saldo dan penipu meminta korban untuk menyebutkan berapa jumlah saldo tabungannya. Jika jumlah saldo korban tidak banyak, maka penipu menyuruh korban untuk menggunakan ATM yang paling banyak jumlah saldonya, minimal Rp. 1 juta ke atas (jelas sekali penipu ini ingin mendapatkan uang banyak dari korban dan jelas sekali memang mau menipu). Jika korban tidak memiliki uang yang banyak misalnya saldo tabungannya hanya Rp. 50 rb dan tidak memiliki ATM lain, maka penipu akan memaki korban dan kemudian mematikan nomor HP (jelas sekali mau menipu). Jika korban mengatakan bahwa jumlah saldonya ada Rp. 5 juta, maka penipu kemudian menyuruh korban memencet tombol transfer (tujuan penipu adalah agar korban mentransfer uangnya ke rekening penipu). Jika korban curiga, maka penipu mengatakan pada korban bahwa jumlah uangnya tidak akan hilang dan hal itu merupakan persyaratan saja (padahal jelas uang korban akan hilang). Selanjutnya korban disuruh memasukkan nomor rekening penipu (jelas kan penipu ingin menguras uang korban). Jika korban curiga, maka penipu akan kembali berusaha meyakinkan korban bahwa uangnya tidak akan hilang (padahal jelas akan hilang). Jika korban tidak sadar bahwa dirinya sudah masuk perangkap penipu, maka penipu menyuruh korban untuk memasukkan angka 004950000 pada jumlah transfer (penipu ingin menguras uang korban sejumlah Rp. 4.950.000). Jika korban curiga, maka penipu akan berusaha meyakinkan korban bahwa hal itu hanya merupakan persyaratan dan uang korban dijanjikan tidak akan hilang (padahal nantinya akan hilang). Jika korban tetap tidak sadar telah masuk perangkap penipu, maka penipu akan menyuruh korban untuk memencet tombol benar, jika korban melakukan hal itu, maka uang korban sukses berpindah ke rekening penipu. Sementara hadiah uang yang dijanjikan sama sekali tidak ada. Oleh karena itu waspadalah jika ada sms atau telepon yang mengatakan bahwa anda berhasil memenangkan hadiah mobil, motor, uang, blackberry, ipad, camera, laptop, umroh, tabungan haji dan lain-lain, karena semua itu merupakan penipuan.

Minggu, 21 April 2013

Orang Berduit Tapi Tolol Rawan Kena Tipu!!!

Yang paling rawan kena tipu dalam bisnis online adalah orang berduit tapi tolol. Ada pepatah mengatakan bahwa orang bodoh makanan orang pintar. Yang paling sering  kena tipu dalam bisnis online adalah orang berduit tapi tolol. Orang ini, sangat malas menggunakan otaknya untuk melakukan cek dan ricek terhadap modus-modus penipuan. Karena mengandalkan uangnya. Orang berduit tapi tolol ini kalau membeli barang via online caranya beli barang dulu, setelah kena tipu baru melakukan cek dan ricek. Banyak sekali orang berduit tapi tolol. Lihat saja korban penipuan yang curhat dengan masalahnya di dunia maya, mereka rata-rata orang berduit (tertipu jutaan bahkan ratusan juta). Kita bisa  gregetan dan  gemes melihat ketololan mereka karena bisa kena tipu karena kepelitan dan keserakahan mereka.  Orang berduit tapi tolol ini termasuk target utama komplotan penipu dengan berbagai modus.    

Orang Miskin Sulit Kena Tipu!!

Mengapa orang miskin sulit kena tipu dalam bisnis online? Orang miskin mau makan saja susah, gimana mau memikirkan beli Blackberry, Ipad,Camera, Laptop, Komputer, HP, mebel, tiket, sepeda, dan lain sebagainya. Bagaimana orang miskin bisa tertipu dengan sms undian berhadiah mobil, motor, uang dan blackberry yang salah satu syaratnya adalah mentransfer uang sebagai biaya pengurusan STNK dan BPKB untuk hadiah mobil dan motor dan biaya administrasi untuk hadiah uang dan blackberry, untuk makan susah boro-boro transfer uang ke rekening penipu. Bagaimana orang miskin bisa tertipu dengan sms angka jitu togel yang disuruh bayar uang mahar jutaan rupiah, makan saja mereka susah boro-boro transfer uang ke rekening penipu. Bagaimana orang miskin bisa tertipu dengan penipu berkedok agen pulsa murah? makan saja mereka susah, boro-boro ikutan agen puls murah. Bagaimana orang miskin bisa tertipu dengan investasi fiktif? makan saja mereka susah boro-boro ikutan investasi. Selain makan saja susah, orang miskin gak punya rekening bank dan ATM sehingga sulit kena tipu. Minjam uang saja gak ada orang percaya. Yang sering kena tipu adalah orang kaya tapi bodoh, tolol, pelit dan serakah. Orang pelit dan serakah ini sering tertarik dengan promo murah, karena diotaknya hanya keuntungan, akhirnya kena tipu ditambah dengan orangnya bodoh dan tolol. 

Jumat, 12 April 2013

Selain Babi, Ini Juga Haram Untuk Dilakukan!!!!

Babi adalah binatang haram bagi muslim. Tapi selain itu, ada juga haram yang dilakukan oleh muslim, antara lain :
  1. Membeli barang murah via online (anda pasti kena tipu)
  2. Membeli tiket murah via online (anda pasti kena tipu)
  3. Mengirim lamaran kerja dan mentransfer biaya tiket yang diinformasikan via SMS, Email dan Iklan Baris (anda pasti kena tipu)
  4. Mentransfer uang untuk biaya pengurusan STNK dan BPKB karena mendapatkan SMS yang mengatakan anda mendapatkan hadiah Mobil atau Motor (anda pasti kena tipu)
  5. Mentransfer uang untuk biaya administrasi  karena mendapatkan SMS yang mengatakan anda mendapatkan hadiah uang atau umroh (anda pasti kena tipu).
  6. Bertransaksi dengan agen pulsa murah M.Kios setelah mendapatkan SMS (anda pasti kena tipu).

Inilah yang haram yang dilakukan oleh muslim, karena ujung-ujungnya anda tertipu. 

Mencegah Penipuan Berdasarkan Filsafat Sun Tzu


Menurut Sun Tzu seorang ahli strategi militer dari Cina mengatakan: ”Jika kamu mengenal musuhmu dan dirimu sendiri, kamu tidak perlu takut akan hasil dari 100 pertempuran. Jika kamu mengenal dirimu sendiri tapi tidak mengenal musuhmu, setiap kemenangan yang kamu peroleh akan membuatmu menderita. Jika kamu tidak mengenal musuhmu dan dirimu sendiri, kamu akan menderita kekalahan di setiap pertempuran.”
Sesuai dengan filsafat Sun Tzu tersebut, apabila dikaitkan dengan penipuan. Maka anda harus mengenal diri anda dan penipu (musuh). Jika anda tidak mengenal diri anda dan penipu (musuh), maka anda akan selalu kalah atau tertipu. Korban penipuan pada dasarnya tidak mengenal siapa dirinya dan siapa musuhnya, karena diotaknya hanya hadiah, uang dan barang murah. Padahal itu taktik musuh (penipu) untuk menjerat lehernya. Dan banyak sekali masyarakat Indonesia yang seperti itu. Sehingga kita tidak perlu heran setiap hari ada saja masyarakat yang menjadi korban penipuan. Oleh karena itu, kenalilah diri anda dan musuh anda (penipu) agar terbebas dari penipuan.

Berpikirlah Sebagai Seorang Penipu!!!

Penipuan tidak akan bisa dihapuskan dari dunia ini, karena di antara bayi-bayi yang lahir ada yang memiliki bakat menjadi penipu. Penipu terus beregenerasi. Apalagi bayi-bayi  atau anak penipu ulung yang gentayangan di dunia maya, kemungkinan besar akan mengikuti jejak bapak atau ibunya, karena terus diberi makan dengan uang hasil tipu-tipu. Selain itu, orang yang dulunya baik bisa juga menjadi penipu karena terdesak kebutuhan finansial atau ingin cepat kaya. Orang kecanduan narkoba juga bisa menjadi penipu untuk bisa membeli narkoba. Penipu itu hanya dapat dicegah. Bagaimana cara mencegahnya? Berpikirlah sebagai seorang penipu!!! Jika anda bisa berpikir sebagai seorang penipu, maka dapat mencegah anda menjadi korban penipuan. Jika anda tak mampu, ikhlaskan diri anda suatu saat menjadi korban penipuan.     

Bergaul Dengan Penipu Ada Manfaatnya

Pada dasarnya kita harus bergaul dengan semua orang, termasuk bandit/preman, pembunuh, pemerkosa, ustad, kyai, polisi, tentara, pastor, pendeta, tetangga dan lain sebagainya termasuk penipu karena ada manfaatnya. Bergaul dengan bandit/preman akan memberikan wawasan dan pengetahuan tentang sepak terjang bandit/preman. Bergaul dengan polisi akan memberikan wawasan dan pengetahuan tentang bagaimana mendeteksi kejahatan. Bergaul dengan penipu akan memberikan wawasan dan pengetahuan tentang  modus-modus penipuan. Sehingga anda terbebas dari penipuan, karena dengan mudah anda mengetahui taktik para penipu.  

Kamis, 11 April 2013

Penipu Sering Berkunjung Ke www.bongkarpenipuan.blogspot.com

Ternyata bukan hanya korban penipuan dan  calon korban penipuan yang berkunjung ke blog ini. Tapi juga komplotan penipu. Mereka berkunjung ke blog ini untuk melihat apakah website tipu-tipunya telah ditulis dalam blog ini. Jika telah tertulis, maka komplotan penipu tengik tersebut akan segera membuat website atau toko online baru atau website hadiah baru dan memperbaiki beberapa kelemahan yang ada di website tipu-tipunya yang terdahulu. Tapi bagaimana pun mereka memperbaiki websitenya atau toko onlinenya tetap akan diketahui bahwa website tersebut adalah penipuan apabila yang melihatnya bersikap skeptis, kritis dan analistis. Tujuan blog ini adalah  untuk membantu  masyarakat yang tidak bisa bersikap skeptis, kritis dan analistis dan terbebas dari penipuan. Penipuan itu tidak bisa dihapuskan tapi bisa dicegah dengan bersikap skeptis, kritis dan analistis. Tapi meskipun demikian, bagi penulis, penipu itu juga termasuk aset berharga, karena tanpa ada penipu, maka blog ini sepi pengunjung.  

Panduan Membeli Barang Via Online

Membeli barang via online saat ini sangat berbahaya, karena ada ribuan toko online palsu yang beredar di dunia maya. Membeli barang via online saat ini membutuhkan otak, bukan tinggal transfer uang dan tunggu barang datang. Membeli barang via online saat ini ibaratkan membeli kucing dalam karung. Salah pilih toko online uang bisa melayang. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi seseorang agar bisa selamat membeli barang via online :
  1. Harus bersikap skeptis. Pembeli harus berpikir negatif terhadap semua pemilik toko online. Sikap berpikir positif tidak diperlukan dalam membeli barang via online, karena hal tersebut merupakan suatu kelemahan. Anda harus berpikir bahwa pemilik toko online adalah penipu. Perhatikan alamat, testimoni, KTP dan Surat Ijin Tempat Usaha apakah asli atau hanya fiktif yang dibuat dengan program photoshop. Dengan demikian anda akan selalu waspada.  
  2. Harus kritis. Pembeli harus kritis terhadap harga yang ditawarkan pemilik toko online. Jika toko online memberikan harga yang tidak masuk akal dengan alasan promo, maka hindari membeli barang pada toko online tersebut. Jangan mudah percaya dan tertarik dengan harga murah.
  3. Harus analistis. Pembeli harus mampu menganalisis membeli barang via online atau membeli barang via offline. Jika tingkat resiko membeli  barang via online cukup tinggi, maka sebaiknya pembeli membeli barang via offline (langsung beli di toko).

Rabu, 10 April 2013

Sayalah Penipu Berkedok Toko Online Itu!!

Saya tertarik menipu karena masyarakat mudah untuk ditipu. Masyarakat mudah tertarik dengan iming-iming yang menguntungkan dirinya. Meskipun membeli barang elektronik via online memiliki tingkat resiko yang tinggi, tapi masyarakat mudah terbujuk dengan promo barang elektronik murah. Akal sehat masyarakat langsung mandek apabila diiming-iming barang elektronik murah, meskipun sebenarnya harga tersebut tidak masuk akal. Selain itu, masyarakat sangat malas untuk mengecek terlebih dahulu data-data penjual toko online di google, apakah mereka penipu atau bukan. Masyarakat akan mulai mengecek data penjual setelah  mereka telah tertipu. Inilah kebodohan masyarakat. Karena melihat situasi yang menguntungkan tersebut, maka saya mulai membuat website atau toko online fiktif yang mirip dengan toko online yang asli. Saya yakin bahwa masyarakat tidak akan bisa membedakan, maka toko online yang asli mana toko online fiktif, karena memang mereka bodoh, tolol dan malas berpikir. Hanya masyarakat yang mempunyai wawasan dan pengetahuan yang luaslah yang dapat membedakan mana toko online yang asli dan mana toko online fiktif. Tapi masyarakat yang memiliki wawasan dan pengetahuan yang luas sangat sedikit sekali jumlahnya dan mereka bukan target saya. Target saya adalah orang bodoh, kurang pengalaman dan mudah tertarik dengan iming-iming barang elektronik murah. Setelah toko online selesai saya buat, maka saya membuat iklan di website penyedia iklan gratis dan mengirimkan SMS secara massal  melalui jasa pengirim SMS massal. Selain itu, saya juga membuat Toko Online di Facebook. Benar saja, dari ribuan SMS yang dikirim ada beberapa masyarakat yang tertarik dengan promo barang elektronik murah dan mereka menghubungi saya. Saya kemudian menyuruh mereka untuk mentransfer uang barang yang dipesan. Setelah mereka transfer, barang tersebut tidak saya kirim, karena barangnya memang tidak ada. Kadang-kadang sebagian dari korban, saya  permainkan dengan mengatakan barang kelebihan, barang ditahan bea cukai, barang ditahan polisi, barang ditahan dinas perhubungan yang ujung-ujung saya minta transfer uang. Dasar masyarakat memang goblok, bodoh dan tolol. Mereka tetap saja mentransfer uang sesuai dengan perintah saya. Dan setiap hari ada saja masyarakat menghubungi saya dan kemudian saya tipu. Masyarakat memang mudah untuk ditipu dan sayalah penipu berkedok toko online itu!!
Wassalam
Rizky Sang Penipu Ulung    . 

Selasa, 09 April 2013

3 Kategori Masyarakat Yang Dilarang Keras Membeli Barang Via Online

Adapun kategori yang dilarang keras membeli barang via online, antara lain :

  1. Bodoh dan sukar berpikir dengan akal sehat. Orang dengan kategori ini dilarang keras membeli barang via online karena sangat rentan menjadi korban penipuan.
  2. Mudah tertarik, tergiur, terpengaruh dengan barang murah/promo. Orang dengan kategori ini dilarang keras membeli barang via online karena sangat rentan menjadi korban penipuan apabila penipu membuat harga barang barang yang sangat murah atau promo. 
  3. Kurang memiliki wawasan dan pengetahuan membeli barang via online. Orang dengan kategori ini dilarang keras membeli barang via online karena rentan menjadi korban penipuan. Orang yang kurang memiliki wawasan dan pengetahuan membeli barang via online tidak akan bisa mengetahui maka toko online yang benar dan mana toko online fiktif alias abal-abal. Saat ini, jumlah toko online fiktif ada ribuan dan umumnya mirip dengan toko online yang asli.  Salah memilih toko online bisa tertipu. 
Itulah kategori masyarakat yang dilarang keras membeli barang via online.

Senin, 08 April 2013

Cara Aman Membeli Blackberry, IPAD, Iphone, Camera Digital, Laptop, HP

Banyak masyarakat yang tidak tahu bagaimana cara aman membeli Blackberry, IPAD, Iphone, Camera Digital, Laptop, HP dan lain-lain. Jika melihat ada promo barang murah via online langsung tertarik beli tanpa melakukan analisis terlebih dahulu tingkat resiko yang mungkin dihadapi dengan membeli barang tersebut. Ujung-ujungnya banyak sekali masyarakat  yang menjadi korban penipuan hanya karena tertarik dengan barang murah. Seharusnya sebelum membeli  Blackberry, IPAD, Iphone, Camera Digital, Laptop, HP via harus dianalisis dulu tingkat resikonya.
Contoh Kasus :
Si Adi menerima SMS promo barang elektronik dengan diskon 50%. Si Adi ingin memiliki Blackberry. Harga Blackberry normal Rp. 2.000.000,-
Analisis :
Membeli Blackberry Via Online :
Harga Blackberry Rp.2.000.000,-
Diskon 50% = 1.000.000
Harga Blackberry setelah diskon Rp. 1.000.000,-
Resiko :
  1. Barang tidak dikirim jika penjualnya penipu
  2. Barang sulit dikembalikan kepada penjual, jika barang yang diterima cacat, rusak  atau tidak sesuai dengan spesifikasi yang dipesan.
  3. Garansi tidak jelas karena tidak bertemu langsung dengan penjual
  4. Diperas (kalau penjualnya komplotan penipu) 

Membeli Blackberry Via Offline (Beli di Toko Fisik)
Harga Blackberry Rp. 2.000.000-
Diskon Rp. 100.000,-
Harga Blackberry setelah diskon Rp. 1.900.000,-
Resiko :
Tidak ada
Keuntungan :
  1. Barang langsung ditangan
  2. Garansi barang jelas
  3. Bisa komplain jika barang rusak atau cacat
  4. Bisa menambah fiture atau mendownload software di toko

Dari kedua alternatif pembelian tersebut, jelas alternatif pertama yaitu membeli Blackberry via online jelas tidak aman bagi anda, karena resikonya cukup tinggi. Alternatif yang paling baik adalah membeli Blackberry secara offline atau beli langsung di toko, karena resikonya tidak ada. Meskipun harganya lebih mahal tapi aman bagi anda. Membeli Blackberry via online uang anda bisa hilang Rp. 1.000.000 apabila pemilik toko online adalah penipu dan anda bisa juga diperas sampai puluhan juta dengan berbagai macam alasan, padahal harganya barang normalnya hanya Rp. 2.000.000-Sedangkan membeli via offline anda tidak kehilangan uang dan sama sekali tidak menderita kerugian karena harga barang normal memang Rp. 2.000.000.. 
Hasil analisis tersebut di atas, dapat juga dilakukan untuk menganalisis pembelian IPAD, Iphone, Camera Digital, HP, Playstation, Nitendo, Laptop dan lain sebagainya. Penulis sendiri pun melakukan hal  tersebut di atas apabila membeli suatu barang, sehingga penulis tidak pernah tertarik untuk membeli barang via online, karena tingkat resikonya cukup tinggi.
Kata Kunci :
Cara aman membeli Blackberry
Cara aman membeli IPAD
Cara aman membeli Iphone
Cara aman membeli Laptop
Cara aman membeli HP
Cara aman membeli Camera Digital
Cara aman membeli Playstation
Cara aman membeli Nitendo
Cara aman membeli Keyboard
  

Sabtu, 06 April 2013

Five Force Scam (Lima Peta Kekuatan Penipuan)

Kalau dalam dunia usaha dikenal dengan Five Force Porter (Lima Peta Kekuatan Porter), maka dalam penipuan dikenal pula Five Force Scam (Lima Peta Kekuatan Penipuan). Adapun Five Force Scam (Lima Peta Kekuatan Penipuan) tersebut sebagai berikut :
  1. Website Fiktif
  2. Rekening Fiktif
  3. Sosial Media
  4. SMS Massal
  5. Iklan Baris

Untuk mengetahui bagan Five Force Scam (Lima Peta Kekuatan Penipuan) dapat dilihat pada gambar di bawah ini : 
Five Force Scam (Lima Peta Kekuatan Penipuan) tersebut di atas yang sering digunakan komplotan penipu untuk mencari korban/mangsa. 

Strategi Penipu Menerapkan Jaring Laba-laba Spiderman

Strategi adalah suatu taktik untuk mencapai tujuan. Bagi suatu perusahaan, strategi mutlak diperlukan untuk mampu bertahan dan berkembang. Rupanya tak hanya perusahaan yang memerlukan strategi, tapi juga penipu. Jika tak memiliki strategi yang tepat, maka penipu tidak akan berhasil mendapatkan korbannya. Dalam hal ini,  penipu sadar betul bahwa strategi yang tepat baginya untuk mendapatkan mangsa/korban adalah dengan menerapkan strategi jaring laba-laba Spiderman. Strategi jaring laba-laba Spiderman adalah suatu taktik dengan memanfaatkan berbagai media untuk menipu masyarakat, antara lain :
  1. Website fiktif alias abal-abal, baik yang berbayar maupun yang gratisan.
  2. Sosial Media (Facebook dan Twitter)
  3. SMS Massal
  4. Iklan Baris
  5. Rekening Fiktif

Dengan memanfaatkan kelima media tersebut atau strategi jaring laba-laba Spiderman, maka penipu selalu berhasil mendapatkan korban. Dan hal ini terbukti bahwa setiap hari ada saja masyarakat yang menjadi korban penipuan. Mungkin untuk mencegah strategi jaring laba-laba Spiderman yang diterapkan penipu, diperlukan Strategi Superman.
NB : Tulisan ini hanya guyonan,  karena penulis merasa jengkel dengan penipu, bank, dan masyarakat. Penipu semakin intensif melakukan aksi tipu-tipunya. Bank selalu lalai dalam melakukan pengawasan sehingga rekening fiktif bisa beredar. Sedangkan masyarakat masih saja mudah diperdaya oleh penipu. 

Rekening Fiktif Sebagai Faktor Penyebab Meningkatnya Penipuan

Kurangnya pengawasan yang dilakukan bank terhadap data-data nasabah, menyebabkan beredarnya rekening fiktif. Jumlah rekening fiktif yang beredar mencapai ribuan rekening. Padahal,  rekening fiktif sudah jelas digunakan untuk melakukan tindakan penipuan. Dengan banyaknya jumlah rekening fiktif yang beredar, maka kasus penipuan pun semakin meningkat. Pemilik rekening fiktif tidak merasa takut untuk menipu, karena sadar bahwa polisi pasti kesulitan untuk melacak keberadaannya dan meringkusnya. Resiko yang mungkin dihadapi pemilik rekening fiktif adalah pemblokiran rekening oleh pihak apabila  ada korban yang melapor ke bank. Dalam kasus ini,  masyarakat lah yang menjadi pihak yang dirugikan. Sementara pihak bank akan berkelit untuk bertanggungjawab dan mengganti uang korban, meskipun bank secara nyata telah lalai melakukan pengawasan sehingga beredarnya rekening fiktif. Jika kasus rekening fiktif ini terus bermunculan, maka kredibilitas bank perlu dipertanyakan. Inilah yang menjadi PR utama bagi bank, semoga di masa mendatang bank dapat  menekan jumlah rekening fiktif. Sehingga kasus penipuan dapat diminimalkan.       

Senin, 01 April 2013

Wawancara Dengan Penipu Online

Dalam hal ini akan dikemukakan hasil wawancara dengan penipu online :
Pewawancara : Apa motivasi anda melakukan penipuan via online?
Penipu Online : Motivasi pertama adalah uang dan motivasi kedua adalah adanya peluang.
Pewawancara : Bisa dijelaskan lebih lanjut mengenai motivasi kedua anda tersebut?
Penipu Online : Masyarakat Indonesia  banyak yang suka berbelanja barang dan jasa via online. Tapi umumnya masyarakat masih banyak yang bodoh, pelit,  kurang pengalaman dan mudah percaya dan mudah tertarik dengan iming-iming barang dan jasa murah. Hal inilah yang menjadi peluang bagi saya untuk menipu mereka dengan modus barang dan jasa murah.
Pewawancara : Bagaimana cara anda melakukan penipuan?
Penipu Online : Saya membuat banyak toko online fiktif, baik yang berbayar maupun yang gratisan. Dan saya juga membuat toko online di Facebook dan Twitter. Untuk menarik perhatian masyarakat maka saya membuat diskon harga barang 25%,40%, 50%, dan 70%. Selain itu, saya juga mengirimkan SMS promo barang murah  ke nomor HP masyarakat dengan harapan ada masyarakat yang bodoh, pelit, kurang pengalaman dan mudah tertarik dengan promo barang murah tersebut. Ternyata cara ini sangat ampuh untuk menjebak masyarakat yang kebanyakan masih bodoh, pelit dan kurang pengalaman.
Pewawancara : Berapa banyak uang yang anda peroleh dari penipuan online tersebut?
Penipu Online : Secara garis besar, sudah miliaran rupiah yang berhasil saya dapatkan dari penipuan online.
Pewawancara : Kemana sajakah anda membelanjakan uang hasil penipuan online tersebut?
Penipu Online : Sebagian beli rumah, mobil, sawah dan untuk kebutuhan sehari-hari.
Pewawancara : Apa anda tidak takut dosa karena melakukan penipuan online?
Penipu Online : Saya sudah tidak memikirkan dosa...Bagi saya hanya uang dan uang.  
Pewawancara : Apa anda tidak takut ditangkap polisi karena menipu masyarakat?
Penipu Online : Saya sudah mengantisipasi hal tersebut.Oleh karena itu saya menggunakan rekening fiktif, di mana pihak polisi akan kesulitan melacak keberadaan saya, karena alamat yang ada di rekening itu semuanya palsu?
Pewawancara: Di mana anda mendapatkan rekening fiktif tersebut?
Penipu Online : Maaf...untuk pertanyaan ini saya keberatan unutuk menjawabnya. 
Pewawancara : Apakah sulit mendapatkan rekening fiktif tersebut?
Penipu Online : Sulit bagi pemula, tapi  mudah bagi orang yang sudah tahu cara-caranya.
Pewawancara : Apakah dalam pembuatan rekening fiktif tersebut ada pihak bank yang terlibat?
Penipu Online : Maaf...untuk pertanyaan ini pun, saya keberatan untuk menjawabnya.   
Pewawancara : Apakah ada kemungkinan bagi anda untuk berhenti melakukan penipuan online?
Penipu Online : Kemungkinannya sangat kecil. Kecuali masyarakat sudah pintar dan tidak lagi tertarik promo barang dan jasa murah atau masyarakat sudah kapok membeli barang dan jasa via online. Tapi hal ini sangat mustahil, karena masyarakat pasti tetap ada yang bodoh. Tidak mungkin bisa pintar semuanya. 
Pewawancara : Baiklah...saya rasa sudah cukup wawancara dengan anda...terima kasih atas segala waktunya.
Penipu Online : Sama-sama
Demikianlah hasil wawancara dengan penipu online. Semoga hasil wawancara ini bermanfaat bagi anda untuk mengambil keputusan dalam membeli barang dan jasa via online.
Kata Kunci :
Penipu Online
Penipu Online Shop
Penipu Toko Online
Toko Online Penipu
Wawancara dengan Penipu Online
Wawancara dengan Penipu Toko Online
Wawancara dengan Penipu Online Shop

Tuntut Saja Bank Jika Anda Menjadi Korban Penipuan Rekening Fiktif!!!

Jika menjadi korban penipuan  dari salah satu  modus penipuan seperti promo barang elektronik murah, promo tiket murah, promo mebel murah, promo agen pulsa murah M.Kios,  SMS  hadiah mobil Avanza, SMS hadiah tabungan haji, SMS hadiah cek Rp. 50 juta, Rp. 75 juta, Rp. 100 juta, SMS minta transfer uang, SMS minta sedekah, SMS lowongan kerja fiktif, SMS penawaran nomor HP cantik, SMS tertarik beli rumah, SMS tertarik beli mobil dan lain sebagainya. Di mana rekening yang digunakan pelaku penipuan adalah rekening fiktif,  maka anda dapat melakukan penuntutan kepada bank bersangkutan berdasarkan Peraturan Bank Indonesia Nomor 14/27/PBI/2012 Tentang Penerapan Program Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme Bagi Bank Umum Pasal 12, Pasal 14, Pasal 22 ayat (1), ayat (4), dan ayat (6) dan Pasal 52 Undang-Undang Nomor 7 tahun 1992 tentang Perbankan  sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 10 tahun 1998 dan Pasal 58 Undang-Undang Nomor 21 tahun 2008 tentang Perbankan Syariah, karena bank lalai dalam melakukan pengawasan sehingga rekening fiktif dapat beredar.